Mitos Keliru Tentang Masturbasi


Masturbasi atau onani menjadi kegiatan pemenuhan nafsu seks sementara, yang dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Terlebih, masturbasi sudah bukan menjadi hal yang baru lagi, karena kegiatan ini telah populer sejak abad ke-18 atau 19. Apalagi masturbasi juga terkenal di berbagai kalangan umur, mulai dari anak muda hingga orang tua.
Meskipun nikmat untuk dilakukan, namun banyak orang yang berpendapat bahwa masturbasi memiliki banyak efek samping yang mengerikan. Praktis, dampak buruk dari masturbasi tersebar di mana-mana, sehingga membuat kegiatan ini seolah-olah tidak boleh dilakukan.
Meski Di tengah zaman yang makin modern, masturbasi masih saja dianggap sangat tabu untuk dibicarakan terang-terangan. Maka tidak heran jika kegiatan seks solo satu ini terus diselimuti oleh mitos-mitos yang menyesatkan.
Berikut akan dibahas Berbagai mitos masturbasi yang ternyata salah besar

1. “Masturbasi tidak ada manfaatnya”


Faktanya, menurut Justine Marie Shuey, PhD, seorang seksolog ternama di Philadelphia, bahwa masturbasi punya sejumlah manfaat baik bagi kesehatan. Mulai dari membuat tidur lebih nyenyak, membantu mengelola stres berat, meredakan sakit kepala, meningkatkan konsentrasi, hingga membuat tubuh terasa lebih bugar. ituBola online
Bahkan bagi wanita yang mulai memasuki usia lanjut, melakukan masturbasi bisa bantu mengatasi vagina kering yang sering mengakibatkan sakit saat berhubungan seks.

2 “Terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan impotensi”
Mitos masturbasi yang satu ini mungkin sudah cukup sering Anda dengar. Padahal sebenarnya, Pada gangguan tertentu, seperti disfungsi seksual, masturbasi bisa direkomendasikan oleh terapis sebagai cara mendapatkan orgasme bagi wanita atau menunda klimaks pada pria. Bukanlah masturbasi yang membuat seorang pria mengalami impotensi. Melainkan sentuhan dan gesekan dari tangan Anda yang secara tidak langsung telah membuat penis terbiasa dengan gerakan itu. Akhirnya, Anda jadi kesulitan untuk mencapai orgasme bersama pasangan, dijelaskan oleh Susan

Baca Juga : 

Mitos Tidur yang Membahayakan Kesehatan

3 “Anda boleh sering melakukan masturbasi”
Tidak ada jumlah pasti yang mengatur berapa kali Anda boleh masturbasi dalam sehari. Hanya diri Anda sendiri yang bisa menentukan sekaligus membatasinya.
Masturbasi tidak menyebabkan kebutaan, menimbulkan kegilaan, menjadi pemicu jerawat, atau tumbuhnya rambut pada telapak tangan. Masturbasi merupakan kegiatan seksual yang relatif aman karena tidak mendatangkan risiko terkena penyakit menular seksual jika dilakukan sendiri.
Yang terpenting, jangan sampai frekuensi masturbasi ini justru mengganggu rutinitas seks Anda dengan pasangan. Atau bahkan sampai membuat Anda kecanduan dan sulit berhenti.

4 “Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang tidak normal”
Masturbasi adalah tindakan merangsang diri sendiri atau orang lain dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin. Sering kali mastrubasi dibantu dengan fantasi seksual. Tujuannya untuk mencapai kesenangan dan sensasi seperti yang dirasakan saat mencapai orgasme atau klimaks pada hubungan seksual. Pria umumnya melakukannya dengan meraba penis, sementara wanita menyentuh dan memainkan klitoris serta area di sekitar vagina.
Dr. Shuey menuturkan bahwa sah-sah saja untuk melakukan masturbasi, baik bagi pria ataupun wanita. Ya, masturbasi sebenarnya termasuk aktivitas seksual normal yang dilakukan beberapa orang. Dengan catatan, frekuensi melakukannya masih dalam batas normal sehingga tidak membuat kecanduan.

5 “Masturbasi dilakukan karena pasangan kurang memuaskan”
Tidak sedikit orang yang menangkap basah pasangannya melakukan masturbasi, lalu tanpa pikir panjang menduga kalau dirinya tidak mampu memberikan seks yang memuaskan.
Padahal di satu sisi, memang ada beberapa orang yang melakukan masturbasi sendiri hanya untuk memuaskan keinginannya saja. Bukan karena ada yang kurang dalam rutinitas seksualnya. ituBola online


Nah, itulah beberapa mitos yang beredar seputar masturbasi. Setelah baca, semoga kamu jadi lebih bijak ya dalam memilah mana yang fakta dan mana yang mitos. Namun, bukan berarti kamu bisa melakukan masturbasi secara tidak terkontrol, ya. Ingat bahwa ada dampak-dampak buruk terlalu banyak masturbasi, baik untuk fisik maupun mental, yang merupakan fakta.

Komentar

Postingan Populer