Mitos dan Keajaiban Sungai-Sungai di Indonesia
Negeri indonesia memang kaya dengan Mitos. Diturunkan dari generasi ke generasi hingga terkadang menjadi suatu pernyataan yang dipercayai sebagai fakta dan semakin kesini semakin sulit utuk membedakannya antara mana yang benar fakta atau hanya mitos belaka. Agar lebih menambah pengetahuan dan memperjelas yang mana fakta dan yang mana mitos.
Berikut ini akan dibahas beberpa mitos dan 'keajaiban' sungai-sungai di Indonesia
1. Sungai di Gua Ngerong Tuban
Sungai ini mengalir dari dalam Gua Ngerong di Kecamatan Ngerengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. sekitar 28 km arah tenggara dari pusat kota rengel. Di dalam sungai itu ada banyak ikan hilir mudik berbagai jenis dan ukuran.
Goa yang sudah lama dikenal warga Tuban ini identik dengan kelelawar. Gua yang dipenuhi ribuan kelelawar dan sungai dipenuhi dengan ribuan ikan. Selain itu tak kalah menariknya Bulus putih (penyu putih) yang memang munculnya tidak setiap hari, sehingga membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Berharap ingin melihat bulus putih atau hanya sekedar ingin bermain air ditengah segarnya air sungai yang keluar dari mulut gua Ngerong.Keberadaan ikan yang hilir mudik di sungai tentu menggoda niat untuk mengambil baik dengan cara memancing atau menjala. Akan tetapi hal itu tidak berlaku di Gua Ngerong. Tak ada seorang pun yang berani mengusik, karena keberadaan ribuan ikan itu dikeramatkan oleh warga setempat.Konon katanya apabila ada yang berani melanggar pantangan, diyakini orang itu akan mendapat musibah. Minimal ia akan didatangi penunggu sungai, meminta supaya ikan tersebut dikembalikan ke sungai.
Mungkin ini hanya sebatas mitos saja, namun apabila ditilik secara ilmiah, mitos tersebut juga dapat dijelaskan secara rasional. Makanan utama ikan adalah kotoran kelelawar yang banyak mengandung zat NH3, sedangkan amonia sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.
Jadi, sangat logis bila ada orang yang memakan ikan dari sungai ini akan berujung pada kematian. Dilain sisi, mitos ini memiliki sisi baik, menjadi pagar betis alami yang melindungi kelestarian ikan dan bulus putih dari tangkapan manusia.
2. Sungai Manggauling
Sebuah sungai di Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, sempat ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah. Sungai itu memiliki mitos bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti dikatakan petugas jaga Polsek Segeri, Bripka Seradi
Sungai Mangguliling ini berada di sebuah dusun di Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Jaraknya kurang lebih 100 km sebelah utara dari Kota Makassar. Konon, pengunjung yang datang ke sana karena telah putus asa dengan penyakit yang mereka idap. Di sungai itu mereka lalu berendam, dan percaya bakal mendapat keajaiban disembuhkan dari berbagai penyakit.
3 Gelombong Bono di Sungai Kampar
Secara ilmiah, gelombang bono merupakan salah satu peristiwa alam yang cukup langka dan jarang terjadi. Di sungai itu anda bakal menyaksikan sebuah gelombang besar seperti terjadi di tengah laut. Namun ini berbeda, sebab gelombang ini terjadi di sebuah sungai air tawar.
Gelombang bono terjadi diakibatkan benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Malaka, Laut China Selatan dan Aliran air Sungai Kampar. Akibat benturan ini, menjadikan gelombang air di muara Sungai Kampar bisa mencapai ketinggian 4-5 meter. Kondisi itu merupakan fenomena ilmiah.
Namun tahukah Anda, masyarakat sekitar memiliki cerita-cerita dongeng yang istimewa terkait dengan adanya gelombang bono itu? Konon gelombang bono di Sungai Kampar adalah bono jantan, sementara bono betinanya berada di Sungai Rokan, dekat dengan Kota Bagansiapiapi. Bono di Kuala Kampar tersebut berjumlah tujuh ekor, dimana bentuknya serupa kuda yang biasa disebut dengan induk bono.Pada musim pasang mati, bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui bono betina. Kemudian bersantai menuju ke Selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut. Jika bulan mulai besar, kembalilah bono ke tempat masing-masing, lalu bermain di Sungai Kampar dan Sungai Rokan. ituBola Online
Baca Juga :
Mitos Tentang kesehatan yang Dipercayai Banyak Orang
4. Mitos angker sungai di bawah Jembatan Sewo
Bagi anda yang kerap melewati jalur Pantura, pasti bakal melewati jembatan Sewo. Jangan kaget, di sana anda bakal melihat pemandangan belasan orang, mulai anak-anak hingga dewasa memegang sapu berharap uang dilempar oleh para pengendara yang melintasi jembatan. Ketika uang dilempar, mereka bakal berebut menyapu uang itu ke pinggir jalan, lalu memungutnya. Jembatan Sewo berada di perbatasan Kabupaten Subang-Indramayu, keduanya masuk wilayah Jawa Barat, tepatnya
jembatan penghubung Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang dan Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Jembatan dibangun dua jalur dari arah barat ke timur dan jalur satu lagi arah sebaliknya.
Konon, menurut cerita mitos warga setempat, sungai di bawah Jembatan itu dihuni makhluk halus, mulai dari kuntilanak, siluman buaya putih, sampai cerita tentang nyai ronggeng. Tidak jelas mulai kapan kebiasaan sopir melempar uang itu dilakukan. Tapi ada yang bilang sejak zaman Belanda.
"Kebiasaan itu sudah lama, sejak dulu zaman kakek-nenek saya. Dulu jembatannya masih jelek, sopir membuang uang ke sungai, makanya dinamakan jembatan Sewo. Para sopir melempar uang agar selamat, tidak diganggu makhluk halus," warga percaya, di antara belasan orang pemegang sapu yang mengais uang di jembatan itu, salah satunya merupakan makhluk halus penghuni jembatan, sisanya warga sekitar. Saadah sudah tinggal sejak awal tahun 70-an di pinggir jalan, yang berjarak sekitar 30 meter dari jembatan itu. Dia kerap menyaksikan banyak kecelakaan di sana.
5. Mitos ular naga di Sungai Mahakam
Kisah ini dipercayai warga di pedalaman hutan Kalimantan. Mereka percaya bahwa di Sungai Mahakam yang membelah hutan-hutan di Kalimantan dihuni oleh ular berkepala mirip lembu atau kerbau. Di kawasan Serawak disebut Nabau, atau di pedalaman Mahakam dan Kutai Kartanegara di sebut Ular Naga Lembu.Tak ada yang tahu cerita itu benar atau tidak, tapi pada Februari 2009 lalu muncul foto dari udara yang diunggah ke internet tentang penampakan ular raksasa meliuk-liuk di sebelah sungai sebelah utara Kalimantan. Kemudian pada 29 Januari 2010, warga Kutai Barat digemparkan dengan munculnya sepasang ular besar meliuk-liuk di Sungai Mahakam.
Maka wajar bila kemudian Sungai Mahakam di pedalaman hutan Kalimantan ini dijadikan sebagai setting film berjudul: Anaconda pada 1990-an.
6. Ikan sakti di Sungai Janiah di Sumbar
Ada sebuah mitos aneh di Sungai Janiah, Kabupaten Agam, Sumatera barat, yakni kisah tentang ikan sakti. Mitosnya, barang siapa saja yang memakan ikan sakti ini akan tertimpa musibah. Mitos yang berkembang? turun temurun ini ternyata menjadi daya tarik wisatawan, sebab banyak orang penasaran. Para pengunjung datang sekedar untuk melihat ikan-ikan meliuk berenang. Dan penduduk sekitar pun tak mengetahui jenis dari ikan itu, diketahui rata-rata panjangnya 50 cm dan yang kecil 10 cm dengan warna gelap, ramping dan panjang bentuknya.
Konon, asal mula ikan sakti di Sungai Janiah merupakan penjelmaan anak manusia dan anak jin yang telah dikutuk oleh Tuhan, karena kedua makhluk yang berlainan alam ini telah melanggar janji yang telah mereka sepakati. Kisah ini dikenal sebagai cerita Sutan Basa dan jin. ituBola Online
Itulah beberapa sungai sungai di indonesia yang memiliki cerit dan keunikan nya sendiri juga memiliki mitos yang membuat penasaran wisatawan yang berkunjung. Bagaimana denganmu, apakah sudah mengunjungi salah satu dari sunagi diatas??









Komentar
Posting Komentar