Kutukan dalam Dunia Sepak Bola, Fakta atau Mitos?



Sepak bola selalu menyajikan pertandingan yang menarik baik di level lokal, nasional hingga internasional. Tidak hanya memperlihatkan permainan apik, gol-gol yang tercipta, insiden kekerasan yang terjadi di dalam lapangan sampai pertengkaran antar pemain atau suporte pun tak jarang terjadi.
Tetapi sepak bola juga memiliki “kutukan” yang diperuntukkan bagi individu pemain maupun klub. Percaya atau tidak, anomali dunia sepak bola memang ada dan akan menghantui kehidupan sebuah tim atau pemain.
Berikut beberapa kutukan dalam dunia sepakbola

1. Duo Manchester vs Cuneyt Cakir

Ketika bertanding di level Benua Biru, klub raksasa Manchester sangat anti apabila dipimpin oleh wasit asal Turki bernama Cuneyt Cakir. Setiap kali Cakir memimpin laga, MU selalu kalah.
Beberapa kutukan yang diawali MU, di antaranya bertemu dengan Real Madrid dalam leg 2 liga champions Maret 2013, kala itu pemain MU, Luis Nani diganjar kartu merah. Hal ini mengakibatkan MU gagal melaju ke babak selanjutnya.
Bertemu klub spanyol, Athletico madrid tahun 2011/2012 yang mana pada akhirnya MU harus kalah dengan skor 1-2. MU vs Benfica, dalam penyisipan grup liga champions tahun 2011/2012, MU kembali menelan pil pahit. MU harus rela berbagi poin (2-2).
Begitu juga dengan Manchester City yang seharusnya berhasil mengantongi kemenangan 4-3 di leg kedua pada Kamis (18/04/19) dini hari. Namun sayangnya, kekalahan 0-1 di leg pertama membuat mereka harus tersingkir di ajang ini.
Bahkan pelatih Pep Guardiola sedikit mempermasalahkan keputusan Cakir mengesahkan gol terakhir Tottenham yang dicetak oleh Fernando Llorente. Menurutnya, bola lebih dulu mengenai tangan sang striker. ituBola Online

2. Kutukan Ballon d’Or.
Ballon d’Or adalah penghragaan bagi pemain yang mampu membawa prestasi baik untuk tim maupun individunya sendiri. Namun, mereka yang pernah merasakan penghargaan tersebut, seperti Lionel Messi, Christiano Ronaldo, Michael Owen dan Ronaldinho tidak akan pernah mampu menjuarai piala dunia.
Sebaliknya, jika mereka mampu menghantarkan timnya juara piala dunia, maka jangan harap penghargaan Ballon d’Or mampu diraih.


Baca Juga :

Mitos Dalam Dunia Sepakbola

3. Kutukan Guttman.

Bella Guttman adalah pelatih Benfica tahun 1961-1963. Pelatih asal hungaria ini sanggup mempersembahkan lima trofi juara dalam tiga musim semasa menjadi pelatih benfica. Termasuk didalamnya dua gelar piala liga champions. Setelah kemenangan atas Realmadrid pada final pialas champions 1962. Guttman meminta kenaikan gaji, namun presiden benfica kala itu menolak permintaan guttman. Guttman naik pitam, mengundurkan diri dan mengeluarkan kata kata "Benfica tidak akan pernah juara liga eropa selama 100tahun". Kutukan Bella Guttman ini terbukti manjur, bahkan hingga saaat ini benfica tidak pernah menjuarai kompetisi di eropa.
Benficca kalah di delapan lag final mereka di eropa, termasuk lima final liga champions (1963, 1965, 1968 , 1988, 1990) serta tiga final piala UEFA?Eutopa league (1983, 2013, 2014)
Segala usaha telah dilakukan untuk menghapus kutukan tersebut, Meskipun pemilik klub telah membuat patung Bella Guttman namun kutukan pelatih yang telah meninggal pada 28 agustus 1981 tersebut tidak bisa hilang sampai saat ini. ituBola Online

4. Gol Aaron Ramsey di Laga Penting.

Setiap kali Aaron Ramsey mencetak gol, pasti ada tokoh atau artis top dunia yang meninggal dunia diantarnya, pemimpin Al Qaedah, Osama Bin Laden meninggal usai Ramsey mencetak gol ke gawang Manchester United pada bulan Mei 2011, Steve Jobs pakar teknologi meninggal seusai Ramsey mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam derby London.
Paul Walker meninggal pada tangga 30 November 2013 persis ketika Ramsey mencetak gol ke gawang Cardiff City. Perlu diingat, anomali meninggalnya para aktor maupun tokoh penting dunia dan gol yang diciptakan pemain berkebangsaan Wales ini, ketika Arsenal (klubnya) sedang menghadapi partai besar atau penting.

5. Zlatan Ibrahimovic dan trofi Liga Champions.

Di balik kepiawaiannya mengocak si kulit bundar dan banyaknya prestasi yang sudah diraih oleh pemain asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic di beberapa klub elit eropa. Ibra – sapaan akrabnya, tidak pernah berhasil mengangkat Trofi Liga Champions sejak ia membela Ajax Amsterdam (2001-2005), Juventus (2006-2007), Inter Milan (2007-2009), FC.Barcelona (2009-2010), AC Milan (2010-2012), Paris Saint Germain (2012-2014) dan terakhir Manchester United (2014-sekarang).
Banyak pecinta bola dan pengamat bola mengatakan Ibra seakan mendapat “kutukan” karena tidak mampu membawa pulang trofi Liga Champions.
Jika ditanya apa penyebabnya? Semua orang bahkan analis atau pengamat sepak bola tidak akan pernah tahu (mungkin hanya memprediksi saja) mengapa Ibra belum pernah merengkuh trofi “Si Kuping Lebar”. ituBola Online

Itulah beberpa kutukan yang dikatakan menerpa pemain, klub, pelatih dan lainnya.. bagaimana menurutmu apakah ini hanyalah mitos belaka atau memang fakta yang masih belum terbantahhkan hingga saat ini.

Komentar

Postingan Populer