Jawaban dari Beberapa Cerita Mitos yang beredar dalam Dunia Sepak Bola


Seperti yang pernah dibahas sebelumnya bahwasanya mitos tak akan pernah luput dari kehidupan manusia dalam bermasyarakat, dalam aspek apapun tentunya kerap kali cerita mitos menjadai salah satu bahan yang tentunya menarik untuk dibahas, tak terlepas dalam dunia sepakbola tentu saja begitu banyaknya cerita mitos yang kebenarannya masih diragukan samapai saat ini..
berikut akan dibahas beberapa jawaban dari mitos yang beredar dalam dunia sepakbola, yuk disimak ceritanya:

1. Guillermo Ochoa Memiliki Enam Jari di Tanagan Kanan


Semua bermula dari sebuah tulisan di blog pada medio 2010 lalu. Di dalamnya, terdapat cerita Ochoa ditolak saat akan bergabung dengan Fulham karena otoritas sepak bola di Inggris melihat adanya polydactyly atau kondisi seseorang dengan bagian tubuh yang lebih dari jumlah normal. “Ochoa punya enam jari pada tangan kanannya dan mengenakan sarung tangan khusus dari Nike,” tulis blog tersebut.
Mitos ini ditambah dengan penampilan luar biasa Ochoa saat Meksiko menghadapi Brasil pada Piala Dunia 2014. Namun faktanya, seperti dilansir Hindustan Times, Ochoa tetap punya lima jari tangan kanan dan tidak termasuk polydactyly. Kiper berambut keriting berusia 32 tahun itu juga tetap menggunakan sarung tangan yang tak berbeda.

2. John Lukic anak korban selamat Tragedi Munich


Bagi suporter Arsenal dan Leeds United, nama Jovan ‘John’ Lukic mungkin tak asing di telinga. Lukic merupakan kiper yang mencatatkan sekitar 400-an penampilan untuk Leeds dan lebih dari 200 laga bagi The Gunners pada kurun 1970 hingga dekade 1990-an. Sepanjang kariernya, pemain Inggris keturunan Serbia ini tak lepas dari mitos sebagai anak korban selamat dari tragedi Munich yang menewaskan beberapa penggawa Manchester United, 6 Februari 1958.
Isu beredar bahwa Nyonya Lukic yang sedang hamil dan diselamatkan oleh kiper United kala peristiwa itu terjadi, Harry Gregg, merupakan ibu dari John. Padahal, kejadian tersebut terjadi tiga tahun sebelum John Lukic lahir. Lebih lanjut, anak dari Vera Lukic, nama dari sosok yang diselamatkan Gregg, bernama Zoran.

3. Pengarang Sherlock Holmes adalah kiper pertama Portsmouth FC


Sekarang ini Siapa yang tak kenal Sherlock Holmes? Sosok detektif eksentrik asal Inggris ini lekat dengan pengarangnya, Sir Arthur Conan Doyle. Tak hanya jago menulis cerita, Doyle juga dikabarkan punya minat tinggi terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Bahkan dalam sebuah mitos, dia disebut sebagai kiper pertama dari klub Portsmouth FC yang sempat menghiasi Liga Primer Inggris. ituBola online
Doyle memang sempat menjadi seorang penjaga gawang dan memperkuat Portsmouth. Namun, yang satu ini merupakan klub bernama Portsmouth AFC yang bubar pada tahun 1886. Klub tersebut tak ada hubungannya dengan Portsmouth FC yang dibentuk pada 1888 dan jadi juara Piala FA tahun 2008 lalu.

4. Chelsea Merupakan tim papan tengah sebelum dibeli Roman Abramovich

Sejak diakuisisi Roman Abramovich pada Juni 2003, cap klub tajir baru terus menempel pada Chelsea. Imbasnya, suporter The Blues banyak yang disebut karbitan karena baru mendukung saat timnya merangsek ke papan atas. Ya, Chelsea memang sukses jadi juara Liga Primer Inggris hanya semusim setelah dibeli taipan Rusia tersebut.
Akan tetapi, klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu sejatinya sering berada di papan atas sebelum dibeli Abramovich. Mari kita urutkan posisi Chelsea pada klasemen akhir sejak musim 2002/2003 hingga 1998/1998 silam: Keempat, keenam, keenam, kelima dan ketiga. Bahkan dalam 21 musim terakhir, papan tengah baru dirasakan kembali The Blues pada musim 2015/2016 lalu saat menempati urutan ke-10.
Baca Juga : 

Kutukan dalam Dunia Sepak Bola, Fakta atau Mitos?

5. India tolak Piala Dunia karena tak boleh nyeker


Piala Dunia tak diragukan lagi sebagai puncak dari segala kejuaraan sepak bola di dunia. Hampir semua pemain bermimpi untuk tampil di sana. Namun, anomali terjadi saat India menolak tampil pada Piala Dunia 1950. Mitos yang beredar, negara asal Asia Selatan itu beralasan karena FIFA menolak permintaan untuk tetap bermain tanpa mengenakan sepatu sepak bola alias nyeker!
Beruntungnya itu hanya mitos. Jawabannya ternyata cukup diplomatis. Dikutip dari The Sportster, India merasa belum terlalu yakin dengan maksud dan tujuan digelarnya Piala Dunia. Malah mereka merasa nilai yang diberikan jauh lebih kecil ketimbang cabang sepak bola di Olimpiade. Berselang 67 tahun, India belum juga mencicipi tampil di Piala Dunia, di Olimpiade pun tak sekalipun meraih medali.

6. Tekel Roy Keane akhiri karier Alf-Inge Håland

Ini adalah salah satu aksi balas dendam paling kejam di dunia sepak bola. September 1997, saat Manchester United melawat ke Leeds United, insiden dengan Alf-Inge Håland membuat Roy Keane menderita cedera anterior cruciate ligament dan harus absen nyaris setahun.
April 2001, keduanya kembali bertemu pada derby Manchester dan kali ini, berakhir dengan tekel keras Keane ke lutut kanan Håland. Mitos menyebut itu jadi penyebab utama berakhirnya karier pemain Manchester City tersebut. Padahal, Håland bisa menyelesaikan laga hingga akhir dan tampil untuk timnas Norwegia beberapa hari setelahnya. Bahkan setelah pensiun, Håland sempat kembali bermain dengan memperkuat klub divisi tiga Norwegia, Rosseland pada 2011 lalu. ituBola online


7. Lapangan di Wembley lebih besar dari biasanya

Sebagai salah satu stadion paling bersejarah di dunia, Wembley turut menyimpan banyak mitos. Urban legend yang paling terkenal adalah adanya aura misterius yang mengisap energi pemain tiap berlaga di sana. Imbasnya banyak pesepak bola yang bisa tiba-tiba kram atau cepat lelah yang disinyalir karena lapangan terlalu besar.
Faktanya, momen krram sebagian besar diakibatkan oleh tensi laga mengingat Wembley hanya mementaskan pertandingan fase puncak sehingga para pemain melepaskan energi yang lebih dari biasanya. Sementara isu bahwa stadion ini punya dimensi lapangan lebih besar bisa dipatahkan dengan ukuran sebenarnya yakni, panjang 105 meter dan lebar 68 meter, yang menariknya, lebih kecil dari rata-rata lapangan di stadion klub Liga Primer Inggris.

8. Gol Denis Law buat Manchester United degradasi

Pada masanya, Denis Law merupakan salah satu pemain terbaik Manchester United. Pria asal Skotlandia itu bahkan sempat dijuluki Sang Raja oleh suporter Red Devils. Namun, golnya pada pengujung musim 1973/1974 dikenang sebagai salah satu kenangan pahit United dan dikaitkan dengan mitos tertentu. Law yang kala itu kembali berkostum tim rival sekota, Manchester City, mencetak gol ke gawang mantan klubnya.
Gol ke gawang eks klub mungkin terdengar biasa, tapi back-heel Law menit ke-81 disebut-sebut mengirim United terdegradasi untuk kali pertama sejak 37 tahun terakhir. Padahal, meski imbang sekalipun, Red Devils tetap turun kasta dari Divisi Utama mengingat kemenangan yang diraih Birmingham atas Norwich City. Gol Law yang tak dirayakannya, sempat berujung pada pitch invasion suporter United yang berharap laga ditangguhkan, tapi hasil akhir dan keputusan degradasi tetap tak berubah.

9. Istilah ‘soccer’ berasal dari Amerika Serikat

“And for the fuck sake, stop saying soccer!” Bagi Anda pencinta film tentang suporter sepak bola, kalimat itu tentu sudah tak asing. Kutipan dari Green Street Hooligans ini menggambarkan sosok suporter West Ham United, Pete Dunham, yang memarahi adik dari istri kakaknya, Matt Buckner yang berasal dari Amerika Serikat. Hal ini semakin menegaskan mitos bahwa istilah soccer, yang juga digunakan untuk mengganti kata football karena sudah dipakai olahraga lain, berasal dari Negeri Paman Sam. ituBola online
Belum lagi ada liga sepak bola di AS yang dikenal dengan nama Major League Soccer (MLS). Padahal seiring berkembangnya olahraga si kulit bundar ini pada medio 1860-an di Inggris, dikenal istilah Association Football atau kerap disebut Assoccer, yang disingkat soccer. Namun belakangan, istilah football lebih digunakan karena bersifat umum. Sementara di AS, soccer akhirnya dipakai untuk membedakan dengan American football.

10. Foto Diego Maradona dikepung enam pemain Belgia
Piala Dunia 1982 menyisakan sebuah foto yang sangat ikonik hingga saat ini. Dalam foto yang diambil Steve Powell tersebut, Diego Armando Maradona terlihat dikepung bukan hanya satu, tapi enam pemain Belgia sekaligus! Bola yang tengah berada di kaki legenda timnas Argentina itu, jadi fokus keenam lawan di depannya. Benarkah Maradona dijaga hingga setengah lusin pemain sekaligus?
Jawabannya tidak. Sudut pengambilan gambar dan momen yang ada akhirnya menciptakan pemandangan tersebut. Peristiwa aslinya adalah sedang dilakukan tendangan bebas ke jarak dekat dan membuat pagar betis pemain Belgia menghampiri pemain yang tengah menguasai bola, yakni Maradona.

11. Ryan Giggs bisa perkuat timnas Inggris

Dahulu ada ujar-ujar jika satu hal yang dibutuhkan timnas Inggris dalam skuatnya adalah seorang Ryan Giggs. Bukan tanpa sebab mengingat kemampuan dan sikap kepemimpinan besar yang dimiliki legenda Manchester United itu. Hal tersebut akhirnya berkembang jadi mitos bahwa sebetulnya Giggs punya opsi membela The Three Lions, bukannya timnas Wales.
Mitos tersebut diperkuat fakta Giggs sempat jadi kapten tim junior Inggris saat masih duduk di bangku sekolah. Sayangnya kala itu pemain yang dipilih berdasarkan domisili dan dirinya diminta masuk skuat karena sudah hijrah ke kota Manchester sejak berusia tujuh tahun. Hingga akhir kariernya sebagai pesepak bola, Giggs mengaku bangga bisa memperkuat timnas Wales. ituBola online
Itulah beberapa jawaban fakta dari berbagai cerita mitos dalam dunia sepakbola yang berkembang dimasyarakat.. sekali lagi mitos hanyalah mitos yang kebenarannya masih diragukan namun sagat mudah dipercayai oleh masyarakat

Komentar

Postingan Populer