Mitos yang Salah di Malam Pertama


Acara pernikahan merupakan acara yang sangat diananti bahkan ditunggu kapannya, dan tentunya itu juga menjadi slah satu hal yang menegangkan bagi kebanyakan pasangan suami istri yang baru pasalnya kenyataan yang harus dihadapi yaitu seperti acara resepsi dan banyak hal lainnya juga termasuk  malam pertama yang identik dengan pengalaman seks pertama kali bersama pasangan.
Banyaknya mitos malam pertama yang salah ini diyakini akan terjadi padahal jauh dari kebenarannya. Memang, ada banyak mitos seputar malam pertama untuk pengantin baru, yang menurut saya cukup menakutkan. Namun, kenyataannya tidak seperti mitos-mitos tersebut.
Berikut beberapa mitos yang salah tentang malam kejdaian di malam pertama:

Mitos 1: Keluar Darah Menandakan Perawan
Anggapan bahwa keluarnya darah saat malam pertama menandakan bahwa masih perawan, tidak selamanya benar. istri dianggap masih perawan bila saat berhubungan seks pertama kali, mengeluarkan darah dari vagina. Bila tidak, dianggap sudah tak perawan."Belum tentu semua tidak berdarah, tergantung elastisitasnya
Anggapan ini membuat banyak istri khawatir bila tidak mengeluarkan darah saat MP, dan bisa menimbulkan kecurigaan suami.    Padahal, ketika istri mendapatkan respon seksual yang sempurna, semua organ reproduksinya melentur. Sehingga, bukan tidak mungkin selaput dara (hymen) istri tetap utuh, bahkan sampai menjelang melahirkan.

Mitos 2: Seks Akan Terasa Menyakitkan
Anggapan ini biasanya selalu menghinggapi pikiran wanita karena merasa khawatir dengan proses masuknya Mr. Happy ke dalam Miss V. Ketika melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya, khusus buat kaum perempuan, malam pertama akan menyakitkan. Hal ini disebabkan karena otot vagina masih tegang menampung penis yang besar akibat ereksi. ituBola Online
Hubungan seks yang pertama kali dilakukan tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Bila ada rasa sakit, hal ini terjadi karena respons seksual pada tubuh kita belum sempurna yaitu, vagina masih dalam keadaan terlalu kencang dan belum siap menerima penetrasi. Untuk itu, foreplay dan rangsangan, serta membuat tubuh merasa lebih rileks sebelum melakukan hubungan seksual merupakan hal yang penting supaya vagina bisa lebih lunak. Hal yang perlu diingat adalah hindari memaksakan hubungan seksual ketika vagina belum siap karena bisa menimbulkan rasa trauma.

Baca Juga : 

Mitos-mitos Salah Soal Seks yang Masih Dipercaya

Mitos 3: Harus Segera Bercinta Setelah Pesta Pernikahan
Banyak anggapan bahwa setiap pasangan pasti akan merasakan seks yang luar biasa di malam pernikahan. Alhasil timbul mitos yang menyebutkan bahwa pasangan menikah harus bercinta segera setelah perayaan pernikahan demi kesempurnaan hari bahagia tersebut. Untuk wanita yang masih perawan, membuka pakaiannya di depan seorang pria adalah hal yang baru. Dia akan merasa rapuh, malu, dan tidak percaya diri dengan badannya. Jadi malam pertama biasanya justru pengantin baru cenderung tidak terburu-buru.
Biasanya banyak pasangan yang lebih memilih melepas baju pengantin, membersihkan make-up, mandi dan terlelap tidur. Meskipun terbilang jarang, beberapa pasangan bahkan ada yang menunda berhubungan seks beberapa hari setelah menikah.
Nyatanya, malam pertama tidak harus terjadi hari itu juga. Masih banyak malam lainnya dan mungkin akan lebih baik disaat kita dan pasangan sama sama segar dan tidak kelelahan setelah menjalani resepsi sepanjang hari.

Mitos 4: Pasti Bisa Orgasme
Wanita tidak selalu bisa merasakan orgasme saat malam pertama. Faktor-faktor yang mempengaruhinya bisa banyak hal, antara lain stres, takut, sakit, dan rasa tidak percaya diri. Hal itu juga diamini oleh beberapa dokter dan pakar seks yang mengatakan, bahwa sebagian besar wanita tidak merasakan orgasme saat bercinta. Dan itu adalah hal yang sangat normal. Bila Anda dan pasangan ingin memaksa untuk orgasme, justru bisa merusak kenikmatan malam pertama. Kenyataanya, siklus respons seksual pria dan perempuan memang tercipta berbeda sehingga suami dan istri tidak dapat merasakan orgasme bersamaan. Saat malam pertama, hal yang terpenting adalah belajar komunikasi satu sama lain untuk bisa memahami apa yang diinginkan masing-masing pasangan.
Menurut psikolog Dennis Sugrue, orgasme bukan satu-satunya puncak kenikmatan seks bagi wanita, tapi bagaimana dia mengalami kedekatan fisik maupun emosional saat bersama pasangan.

Mitos 5: Ukuran kelamin merupakan penentu kepuasan
Mungkin banyak laki-laki yang tidak percaya diri karena banyak kabar yang beredar bahwa kepuasan hubungan seksual perempuan dipengaruhi ukuran organ kelamin laki-laki. Padahal masih banyak hal lain yang mempengaruhi seperti hubungan emosional antar pasangan, termasuk di antaranya perasaan dilindungi dan dihargai. Perasaan cemas akan menghadapi malam pertama ini wajar dirasakan, namun kamu tak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, seiring waktu berlalu, nantinya kamu dan pasangan akan terbiasa dan mulai mengetahui apa yang kalian suka dan tidak suka. ituBola Online

itulah beberapa mitos yang salah mmengenai malam pertama setelah pernikahan. Tentu itu merupakan malam yang diananti hampir semua orang. Namun ketika menghadapiya jangan panik dan tergesa gesa ya guys.. tetap tenang dan jadi dirimu sendiri, tentu pahami lebih jauh pasanganmu agar mendapatkan hubungan yang berkualitas dan nyaman untuk kita dan pasangan.. Good Luck..

Komentar