Mitos yang Dipercaya Tentang Penyakit Jantung

Serangan jantung Bisa dialami siapa saja baik tak perduli jenis kelamin dan berapa usia anda. Terutama jika tidak menerapkan gaya hidup sehat resiko terkena penyakit jantung ini menjadi lebih tinggi. Perlu diketahui Penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu bagi perempuan dan laki laki. Namun, banyak pula kasus yang menunjukkan bahwa dampak bahaya sakit jantung bisa dicegah dengan pengobatan medis dan penerapan gaya hidup sehat. Pemahaman yang benar dan tepat mengenai penyakit jantung juga penting untuk meningkatkan upaya pencegahan. Oleh karena itu, masyarakat pun perlu mengerti sejumlah hal terkait penyakit jantung yang sebenarnya hanya mitos.
Berikut beberapa mitos dan fakta yang terkait dengan penyakit jantung:
1. Mitos: Pria lebih rentan mengalami serangan jantung
Pada usia yang lebih muda, angka serangan jantung pada laki-laki memang lebih tinggi bila dibandingkan perempuan. Namun, yang perlu diingat adalah gangguan jantung bukan merupakan penyakit para pria saja. Seiring dengan bertambahnya usia dan memasuki masa menopause, resiko penyakit jantung akan semakin meningkat bagi perempuan. Selain itu, pria maupun wanita memiliki risiko mengalami serangan jantung yang sama besarnya apabila tidak menerapkan pola hidup yang sehat.
2. Mitos: Masih muda, tidak perlu khawatir terkena serangan jantung.

Cara menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran jantung secara keseluruhan di masa muda akan mempengaruhi kondisi jantung pada waktu-waktu selanjutnya. Apabila Anda mengalami obesitas, merokok, kurang olahraga dan sering stres, risiko mengalami gangguan jantung selalu akan meningkat berapa pun usia Anda. ituBola Online
Baca Juga :
Mitos Penyakit Stroke yang Masih Dipercaya.
3. Mitos: Penyakit jantung pasti menurun kepada anak atau cucu.Faktor genetik memang meningkatkan risiko. Tetapi, bukan berarti Anda ditakdirkan untuk sakit. Oleh karena itu, langkah pencegahan dengan menjalani pola hidup sehat menjadi sangat penting untuk dilakukan.
4. Mitos: Dada sering sakit dan Stress buruk untuk jantung.

Nyeri dada memang menjadi salah satu gejala gangguan jantung. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku pada semua orang. Mereka yang terkena serangan jantung mengalami gejala yang berbeda-beda. Keringat berlebihan, nyeri di kedua lengan, leher, atau dagu, bahkan kepala seperti melayang atau sulit tidur adalah gejala lain dari penyakit jantung.
Berdasarkan studi, tipe kepribadian tertentu yang mudah tegang, selalu tergesa-gesa, dan sulit relaks memang cenderung lebih berisiko mengalami gangguan jantung. Namun Bila dikelola dengan baik, hal-hal tersebut membantu perkembangan mental dan emosional Anda. Depresi, terisolasi, kurang bersosialisasi biasanya yang akan berakibat negatif pada kondisi jantung. Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut. ituBola Online
5. Mitos: Makanan rendah lemak adalah pilihan terbaik mencegah gangguan jantung.

Pola makan rendah lemak dan rendah kolesterol merupakan langkah tepat untuk mencegah gangguan jantung. Namun, Anda juga harus mengonsumsi buah-buahan, sayuran dan protein baik guna mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan bagi kesehatan jantung. Mencegah sudah baik tetapi menjadi proaktif untuk menyehatkan jantung akan bermanfaat lebih besar.
6. Mitos: Setelah minum obat penurun kolesterol akan aman untuk makan apa saja.

Kolesterol dalam darah berasal dari dua sumber, yakni hati (liver) dan makanan yang Anda santap. Jenis obat statin memang bisa mengurangi kadar kolesterol yang dibuat oleh liver. Obat ini bisa membuat kadar kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah berkurang. Akan tetapi, apabila Anda tetap mengonsumsi makanan dengan kadar kolesterol dan lemak jenuh tinggi, obat tersebut tidak lagi efektif. Jadi, tetap minum obat dan batasi asupan makanan tinggi lemak.
7. Mitos: Angioplasty, pemasangan stent atau tindakan bypass akan menormalkan kesehatan jantung.
Bedah Angioplasti kororner memang bermanfaat bagi penderita sakit jantung, mengurangi nyeri di dada dan meningkatkan kualitas hidup. Tetapi, langkah ini tak serta merta menyelesaikan masalah utama, yakni penyumbatan pembuluh darah. Tanpa diet seimbang, olahraga teratur dan menjaga tekanan darah, pembuluh darah bisa kembali tersumbat oleh plak. Kondisi itu memungkinkan masalah jantung dan stroke bisa terulang.
Itulah beberapa mitos yang tidak benar mengenai penyakit jantung. Bagaimana sudah menambah pemahaman anda. segera konsultasikan ke dokter jika mengalami hal hal yang mengarah ke penyakit jantung agar bisa dicegah lebih dini. Tentu terapkan pola hidup sehat adalah satu cara terampuh untk menghindarkan diri dari penyakit yang membunuh ini.





Komentar
Posting Komentar