Mitos Makanan Sehari-Hari yang Perlu Kamu Ketahui

Masih sering terjadi kesalahpahaman di masyarakat, terutama mengenai bagaimana cara menyikapi makanan. Hal ini utamanya disebabkan oleh pro dan kontra terhadap mitos, yang mengaburkan pembatas antara fakta dan fiksi. Sementara beberapa mitos tidak lebih dari hal lucu yang dipercayai dari generasi ke generasi, bahkan ada pula sebagian yang justru merusak kesehatan tubuh.
Agar tidak salah dalam bersantap, Berikut adalah penjelasan singkat dari beberapa mitos tentang makanan yang paling sering kita dengar setiap harinya.
1. Daging Putih Lebih Sehat daripada Daging Berwarna Gelap

Adalah hal yang benar bahwa daging merah punya lebih banyak kalori dibandingkan daging putih, yakni perbedaannya hanya sekitar 30 kalori per porsi. Kalkun dan ceker ayam memiliki daging berwarna lebih gelap karena adanya senyawa mioglobin, yang membantu otot menyimpan oksigen untuk sumber tenaga bagi aktivitas berdurasi lama seperti berlari. Perbedaan besar di antara kedua jenis daging ini adalah kandungan lemaknya. Daging putih merupakan sumber protein yang lebih rendah dengan kandungan lemak yang juga rendah. Sedangkan daging merah lebih kaya lemak, namun juga lebih kaya protein, vitamin dan mineral.Meski memang lebih kaya nutrisi, namun konsumsi daging merah berlebihan juga berbahaya untuk tubuh seperti kolesterol dan tekanan darah tinggiJadi, baik daging merah maupun daging putih, sebaiknya konsumsi dengan porsi secukupnya agar tetap mendapat manfaat dan tidak membahayakan kesehatan.
2. Makan Larut Malam Dapat Menaikan Berat Badan

Mitos bahwa kamu harus makan lebih sedikit setelah mahari terbenam sejatinya telah berlangsung lama. "Jangan makan setelah jam delapan,” adalah saran umum yang diberikan kepada mereka yang mencoba menurunkan berat badan. Saat ini, para ahli gizi kontemporer mengatakan bahwa kalori tidak mengenal waktu, sehingga tidak masalah untuk menyantapnya kapan pun, asalkan pada porsi secukupnya. Yang menyebabkan kenaikan berat badan adalah jenis makanan yang dimakan pada malam hari, dan porsinya. Pada malam hari, biasanya orang cenderung memilih makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak, dengan porsi yang tidak sedikit. Hal inilah yang menyebabkan kenaikan berat badan.Jika Anda sedang menurunkan berat badan, sebaiknya paling lambat Anda makan malam pada pukul 8 dan usahakan makan 3 jam sebelum tidur. Langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik Kesalahpahaman ini mungkin muncul karena kalori dari camilan tengah malam, tidak bisa segera dicerna dan dijadikan tenaga dalam beraktivitas seperti halnya di siang hari.
3. Menghindari Gluten Memiliki Manfaat Kesehatan

Kecuali jika kamu memiliki penyakit celiac(alergi terhadap gluten yang menyebabkan kerusakan pada usus), tidak ada alasan khhsus untuk memaksakan diri menyantap sajian bebas gluten. Orang dengan penyakit celiac tidak dapat makan makanan seperti gandum atau barley, karena gluten di dalamnya akan merusak usus kecil. Penyakit ini mempengaruhi sekitar satu persen dari populasi, sehingga gluten sangat aman (dan sehat) untuk 99% sisanya. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa menghindari gluten tidak memiliki manfaat kesehatan apapun karena dapat menyebabkan rendahnya asupan serat dan itu bisa merugikan tubuh., kecuali mereka yang terdiagnosis seperti penyakit celiac misalnya. Dan juga Mengingat makanan bebas gluten harganya 17% lebih mahal, mungkin ini saatnya mempertimbangkan kembali pilihan soal makanan bebas gluten dan menggantinya dengan beragam makanan bergluten dengan variasi makanan sebagai kuncinya. ituBola Online
Baca Juga :
Mitos Lautan yang Dipercayai Pelaut
4. Semua Pengawet Makanan Buruk bagi Kesehatan
Meskipun ada beberapa individu yang sensitif terhadap beberapa bahan pengawet seperti asam sulfit dan benzoat, orang-orang telah mengonsumsi senyawa ini selama berabad-abad, baik dari sumber alami maupun sintetis, dengan manfaat yang signifikan terhadap kualitas, ketersediaan, dan keamanan makanan. Meski begitu, pengawet sintetis dan alami tidak boleh digunakan secara berlebihan, karena dapat menyebabkan beberapa efek buruk bagi kesehatan tubuh, seperti menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek seperti infeksi saluran pernapasan dan diare. Bisa juga mengganggu kesehatan jangka panjang seperti kerusakan jantung dan ginjal. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menggunakan bahan pengawet makanan secara alami. Penggunaan pengawet dari bahan alami seperti cuka, bawangputih, kayumanis, kluwak dan daun gambir. bisa mengurangi risiko munculnya masalah kesehatan.
5. Microwave Membuat Nilai Gizi Makanan Menurun
Sejak lama, banyak orang meyakini bahwa kejutan listrik di dalam tabung microwave, berisiko menurunkan kadar gizi dalam makanan. Namun dalam kenyataannya, hal ini tidak sepenuhnya benar. Microwave, jika digunakan sebagai alat menghangatkan makanan berkuah, sebenarnya adalah salah satu metode persiapan yang paling sehat. ituBola Online
Cara memasak terbaik untuk mempertahankan nutrisi dalam makanan membiarkan terpapar panas untuk waktu singkat, jumlah air yang minimal digunakan saat mengukus, dan makanan diolah dengan cepat, di mana semua hal tersebut bisa dilakukan dengan microwave. Bahkan, memanaskan makanan dengan microwave bisa mempertahankan lebih banyak vitamin dan mineral, di bandingkan hampir semua metode memasak lainnya.
6. Menghindari Telur Karena Mengandung Banyak Kolesterol
Kuning telur identik dengan kandungan kolesterolnya yang tinggi. Tapi, tahukah kamu kalau itu hanya mitos semata. Telur tidak menyebabkan seseorang mempunyai kolesterol yang tinggi. Bahkan, telur merupakan sumber nutrisi yang mengandung banyak zat bermanfaat, seperti zat besi, vitamin D, seng, dan zeaxathin.Seorang ahli diet dan olahraga Allison Koch mengatakan, kebanyakan orang beranggapan kuning telur meningkatkan kadar kolesterol darah. Hal itu membuat banyak orang menghindari konsumsi kuning telur. Mereka hanya mengonsumsi putihnya yang terdiri dari protein dan air.Padahal hubungan antara lemak pada makanan dan kolesterol dalam darah tidak seperti yang diduga. Lemak dalam telur yang selalu dianggap buruk sebenarnya membantu tubuh kita menyerap vitamin D dan E. Kesimpulannya, konsumsi telur sebenarnya tidak berbahaya sepanjang jumlahnya wajar.Kuning telur juga dapat membantu pembentukan otot tubuh dibandingkan putihnya. Jadi, Anda tak perlu ragu lagi mengonsumsi kuning telur asalkan tidak berlebihan. ituBola Online




Komentar
Posting Komentar