Mitos dan Fakta tentang Kesehatan Mental

JIKA kita membicarakan tentang kesehatan mental mungkin masih banyak orang yang menganggap hal ini tabu. Padahal berbicara tentang kesehatan mental untuk diri kita sendiri itu penting karena kesehatan mental juga berdampak pada kesehatan tubuh kita. Sikap dan perilaku kitalah yang mencerminkan adanya perubahan pada kondisi mental kita.
Prevalensi gangguan mental emosional bisa ditunjukan pada gejala-gejala kecemasan atau depresi. Ada beberapa mitos seputar mental health yang bisa Anda ketahui yaitu:
1. Depresi hanya dialami orang dewasa

Banyak orang yang beranggapan bahwa gangguan mental hanya bisa menyerang pada orang dewasa saja. Namun ternyata gangguan mental bisa menyerang pada anak-anak kisaran umur 14 tahun. Pemicu paling utama yaitu karena depresi, faktor genetik, faktor lingkungan, masalah neuropsikiatri dan yang lainnya, dan Gejala depresi pada anak biasanya dikenali dari sikapnya yang mudah marah, sedih berkepanjangan, tidak mau pergi ke sekolah, serta berat badan di bawah normal. faktanya 20 Persen anak-anak remaja mengalami gangguan mental, Setengah dari kasus gangguan mental, anak di dunia dialami sebelum mereka berumur 14 tahun. Ditambah lagi remaja berumur dibawah 19 tahun yang memiliki tingkat kesehatan mental rata-rata paling buruk.
2. Gangguan mental bisa terjadi karena terlalu lemah

Mitos yang mengatakan gangguan mental terjadi karena lemah itu tidaklah benar. karena Gangguan mental dapat terjadi pada siapapun tanpa melihat jenis kelamin, usia, ekonomi maupun ras. Sementara gangguan mental seringkali disebabkan karena faktor genetik, proses diet yang buruk, adanya perubahan yang besar dalam hidup seseorang. Sepertihalnya gangguan mental seperti depresi, meskipun kita bisa melihat tanda orang yang mengalami depresi akan memiliki fisik yang lemah, namun ini bukanlah satu satunya penyebab terjadinya gangguan mental itu sendiri. Karena sejatinya depresi tiu sendiri adalah kondisi dimana seseorang merasakan perasaan sedih secara terus menerus yang dapat berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan perasaan dan kesehatan mental seseorang.
Baca Juga :
Mitos Teknologi yang Dianggap Benar Padahal Keliru
3. Orang yang mengalami gangguan mental harus menyembunyikan kondisinya
Sebenarnya Penyakit mental dan fisik tidaklah sama. Meskipun kedua penyakit tersebut tidak dapat dipisahkan, namun cara memperlakukan penyakit mental dan fisik tidaklah sama. Biasanya, seseorang yang mengalami gangguan mental akan terlihat baik-baik saja secara fisik, namun tidak secara psikis. ituBola online
Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui cara memperlakukan orang dengan gangguan mental dengan benar. Akibatnya, hal tersebut sering kali membuat penderita gangguan mental semakin terpuruk karena merasa tidak ada satupun yang memahami mereka. Akibatnya, agar tidak menjadi beban, mereka sering kali menarik diri dari lingkungan dan menyembunyikan penyakit mereka. Padahal, orang yang memiliki penyakit mental tidak boleh untuk dibiarkan sendiri karena akan semakin membuat mereka menderita. Sama halnya dengan penyakit fisik, mereka perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang tepat. karena mereka sejatinya memerlukan dukungan dan kasih sayang jadi peran keluarga dan kerabat dekat sangatlah penting untuk membantu dan memahami apa yang mereka pikirkan dan rasakan.
Berikan mereka kasih sayang dan dukungan agar mereka senantiasa merasa aman dan tidak sendirian dalam berjuang. Hal tersebutlah yang pada akhirnya dapat membantu proses pemulihan mereka berlangsung lebih cepat.
4. Meningkatkan jumlah kasus bunuh diri

Kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Salah satu penyebab bunuh diri yang paling berkontribusi yaitu gangguan jiwa dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Bunuh diri, merupakan masalah yang kompleks karena tidak diakibatkan penyebab atau alasan tunggal. Perilaku bunuh diri diakibatkan interaksi dari faktor biologis, genetik, psikologi, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Di dunia, setiap tahunnya 800.000 orang meninggal karena bunuh diri atau setiap 40 detik satu orang meninggal karena bunuh diri. Di Indonesia, 10.000 orang setiap tahun meninggal karena bunuh diri atau setiap satu jam satu orang meninggal bunuh diri. “Bunuh diri adalah penyebab utama kedua kematian pada kelompok remaja dan dewasa muda usia 15-29 tahun, dan 80-90 persen bunuh diri berhubungan dengan gangguan mental-emosional, terutama depresi. Sekitar 40 persen penderita depresi berpikir serius untk bunuh diri, dan 15 persen melakukannya.
Jika kita paham tentang pentingnya kesehatan mental, orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan harusnya bisa menerima perawatan sejak dini.ituBola online
5. Wanita mengalami gangguan mental lebih tinggi dibanding laki-laki

Wanita lebih sering menggunakan perasaan atau emosi dibanding pikiran. Hal inilah yang membuat para wanita menjadi rentan mengalami gangguan jiwa. Depresi ditandai dengan memburuknya suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya yang setidaknya berlangsung berkelanjutan selama enam bulan atau lebih.
Apalagi seorang ibu yang menjadi wanita karir dan harus mengurus keluarga, biasanya mendapatkan tekanan yang lebih besar. Gangguan mental lebih banyak terjadi di perkotaan daripada pedesaan.Masyarakat di desa biasanya cenderung lebih agamis dan religius, sedangkan masyarakat di perkotaan umumnya lebih fokus terhadap kehidupan duniawi. Orang kota lebih terbuka pada perubahan dan lebih profesional ke pribadi dan mereka jadi lebih individual dibandingkan orang yang hidup di desa.
6. Ekonomi sangat mempengaruhi kesehatan mental

Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mental kita seperti kemiskinan, pengangguran, memiliki banyak hutang, dikucilkan masyarakat, pelecehan atau kekerasan, keluarga yang tidak harmonis, tekanan dalam pekerjaan dan penyalahgunaan alkohol. Walaupun gangguan mental lebih sering menyerang orang berpenghasilan rendah, bukan berarti orang dengan perekonomian menengah ke atas bisa terhindar dari gangguan mental ini. ituBola online
Bahkan di negara maju seperti negara Eropa, Amerika, China, Jepang dan Korea Selatan memiliki 3 gangguan mental dan kasus bunuh diri jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain.
Pentingnya kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mental kita dan jangan malu untuk berkonsultasi kepada ahli jika mengalami masalah agar penderita gangguan jiwa mendapatkan penanganan yang tepat.
Nah jadi buat yang mulai merasakan gejala gangguan kesehatan mental, jangan ragu untuk segera konsultasikan ke dokter yang tepat.


Komentar
Posting Komentar