Mitos dan Fakta Mengenai Makanan Sehat

Kesehatan sekarang sudah menjadi perhatian utama semua orang. Sudah banyak orang yang memulai mengonsumsi makanan sehat. Selain untuk menjaga kesehatan, seseorang mengonsumsi makanan sehat juga karena sedang menjalankan program diet.Meski demikian, ada sebagian kalangan yang masih memercayai tentang mitos-mitos tertentu soal makanan sehat. Jika demikian apakah benar makanan yang dikonsumsi itu benar-benar makanan sehat?
Agar tidak ragu dalam memilih makanan sehat, berikut akan dibahas beberapa mitos dan fakta tentang makanan sehat yang perlu diketahui:
1. Sayur kubis adalah sayuran hijau yang paling sehat (mitos)

Faktanya Center for Disease Control mengeluarkan daftar sayuran menurut densitas nutrisinya. Sayur kubis ternyata ada di urutan ke 15. Yang paling pertama adalah watercress atau yang biasa disebut dengan selada air.Namun, sayur kubis tetap mengandung banyak nutrisi seperti vitamin A, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, mangan, kalsium dan folat.
Selain segar di konsumsi, Kubis ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh diantaranya dapat mendorong kesehatan jantung, Dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, dapat memerangi peradangan, dan studi pada hewan telah menemukan bahwa sayur kubis dapat melindungi tubuh dari sel kanker, terutama kanker paru-paru dan kanker kerongkongan.Selain memiliki banyak manfaat kubis juga memiliki efek samping seperti dapat menyebabkan alergi, hipotiroidisme. Dapat menurunkan gula darah terlalu banyak dan kemungkinan masalah selama kehamilan dan ibu yang menyusui.
2. Roti multi grain lebih sehat daripada roti putih (mitos)

Roti multi grain sebenarnya tidak sesehat yang Anda pikirkan. Roti multigrain mengandung setidaknya 3 jenis biji-bijian gandum dan sering ditaburi dengan berbagai macam biji-bijian yang lezat untuk memberikan tekstur dan rasa yang renyah pada keraknya. Beberapa pabrik makanan menggunakan berbagai macam biji-bijian olahan untuk membuat roti tersebut. Sehingga sama saja proses tersebut membuang nutrisi penting seperti roti putih.Seharusnya Anda mencari roti yang berlabel whole wheat. Roti jenis whole wheat diklaim lebih sehat dan mengandung serat lebih banyak. Pilihan terbaik adalah roti gandum utuh (whole wheat bread) yang dibuat dari tepung biji gandum utuh dengan tekstur agak kasar roti ini mengandung nutrisi yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes. ituBola Online
3. Soda diet lebih baik daripada soda biasa (mitos)

Memang benar soda diet mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan soda biasa. Namun, soda diet mengandung pemanis buatan yang tidak baik untuk kesehatan tubuh dan gigi. Ada kalanya soda diet juga mengandung kafein. Sebagian soda diet bahkan diberikan tambahan kandungan vitamin dan mineral agar dapat dianggap lebih sehat. Meski demikian, umumnya minuman soda diet ini tidak memiliki tambahan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhterlalu sering mengonsumsi soda diet diduga dapat Meningkatkan nafsu makan, Meningkatkan risiko obesitas, Meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis dan Meningkatkan risiko stroke. Jangan gampang percaya dengan klaim rendahnya kadar gula dalam minuman ringan, apalagi menganggap sudah berdiet dengan minum soda diet. Pada dasarnya, kebiasaan mengonsumsi minuman mengandung pemanis, baik asli maupun buatan, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan pertambahan berat badan.Jika Anda hanya ingin sesekali mengonsumsi minuman bersoda, soda diet dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibanding soda biasa. Namun jika dikonsumsi secara berlebihan, soda diet tetap dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan.
Baca juga :
Mitos Makanan Sehari-Hari yang Perlu Kamu Ketahui
4. Sea salt lebih sehat dibandingkan garam dapur (fakta)
Sea salt merupakan garam alami yang terbentuk dari proses penguapan air laut. Hasilnya, sea salt dinilai lebih sehat dibandingkan garam dapur biasa.Sea salt juga mengandung nutrisi lain seperti magnesium, potassium dan kalsium. Bentuk butiran sea salt biasanya seperti kristal dan ukurannya lebih besar dibandingkan garam dapur. Dengan ukuran ini konsumen bisa membatasi penggunaan garam.Perbedaan utama antara sea salt dan garam dapur biasa adalah rasa, tekstur, dan proses pembuatannya. Meskipun garam laut disebut-sebut lebih sehat jika dibandingkan dengan garam dapur, tetapi sebenarnya baik garam laut maupun garam dapur memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Sea salt misalnya, proses pembuatannya yang tidak perlu melalui banyak tahap seperti garam dapur membuat garam laut mungkin sedikit lebih banyak mengandung mineral alami. Tetapi karena proses yang pendek pula, jika dihasilkan dari laut yang kotor maka akan menyebabkan garam terkontaminasi senyawa atau komponen-komponen berbahaya seperti timbal. ituBola Online
Sementara pada garam dapur, pembuatannya memerlukan proses yang panjang sehingga kebanyakan mineral yang terdapat di dalamnya biasanya sudah hilang. Substansi seperti zat aditif juga ditambahkan untuk mencegah garam menggumpal. Tetapi tidak hanya anti gumpal yang ditambahkan pada garam, kebanyakan garam yang dijual di pasaran sudah ditambahkan yodium. Zat gizi penting yang berperan dalam mencegah penyakit yang berhubungan dengan tiroid, yang paling umum contohnya adalah penyakit gondok.
5. Kacang-kacangan merupakan camilan yang sehat (fakta)

Kacang-kacangan merupakan salah satu opsi camilan sehat yang populer. Kacang merupakan sumber serat dan protein serta mengandung lemak sehat. Banyak studi yang menunjukkan bahwa kandungan kacang memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya terkait penurunan risiko serangan jantung. Kacang-kacangan adalah sumber protein dan nutrisi lain yang sangat baik. Tapi tentu saja, Anda tetap harus menjaga porsinya.Peneliti dari Harvard menemukan bahwa wanita yang makan satu porsi kacang-kacangan (segenggamtangan) sekitar lima kali seminggu, berisiko lebih rendah 20 persen terkena diabetes tipe 2 daripada mereka yang tidak mengonsumsinya. Selain itu, beberapa penelitian besar juga telah menemukan bahwa asupan kacang secara teratur bisa melindungi kesehatan dari penyakit jantung.
6. Makanan tanpa lemak dan rendah lemak selalu lebih sehat (mitos)

Jika tujuan Anda adalah menurunkan berat badan atau menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, maka mengonsumsi makanan dengan label rendah lemak (low-fat) atau bebas lemak (fat-free) tidak bisa dijadikan kunci utama diet Anda. Label low-fat atau fat-free pada makanan bisa jadi menipu Anda, karena dalam produk tersebut berbagai hal yang dapat menggagalkan diet dan berdampak buruk untuk kesehatan.Ketika berbicara tentang daging dan beberapa produk susu, umumnya benar bahwa semakin sedikit lemak, semakin sehat. Namun tidak demikian halnya dengan makanan olahan yang dikemas. Ketika produsen menghilangkan bahan tertentu (lemak) dari makanan tertentu (misalnya kudapan), mereka perlu mengimbangi rasanya dengan menambahkan bahan lain yang tidak terlalu sehat. Dan bahan yang biasanya dipakai adalah gula.Perusahaan terus-menerus mengutak-atik rasio gula, lemak, garam dan bahan-bahan lain dalam makanan tersebut. Sekarang, sebagian besar ahli gizi percaya Anda lebih baik menghindari makanan yang bebas lemak secara buatan. Sebagai gantinya pilihlah makanan utuh dengan lemak sehat, seperti kacang-kacangan. ituBola Online
7. Biji-bijian adalah superfood (fakta)

Makan hanya satu sendok makan biji chia (chia seed) akan memberi Anda 19 persen dari asupan serat harian yang disarankan selain kalsium, magnesium, zat besi, asam lemak esensial dan antioksidan. Biji rami kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, vitamin B1, B2, dan B6, serta nutrisi lain yang membantu meningkatkan energi Anda dan menguntungkan sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan darah Anda.Sedangkan biji labu yang biasanya dipanggang sebelum dikonsumsi, merupakan sumber seng, tembaga dan selenium. Mengonsumsi dua sendok makan biji labu akan memberi Anda sekitar 25% magnesium, mineral yang memainkan peran penting dalam sekitar 300 reaksi metabolisme dalam tubuh.
Dari daftar makanan di atas, mana makanan sehat yang biasa Anda konsumsi? Jika Anda tidak terjebak mitos, berarti pilihan makanan sehat yang Anda pilih
tepat.Kini Anda hanya perlu meneruskan kebiasaan Anda memilih makanan sehat dengan mengenali fakta nutrisi yang ada. Jangan mau dibohongi dengan label makanan sehat. Karena terkadang makanan yang Anda pikir sehat belum tentu sehat. Jika Anda ingin lebih aman, konsultasikan pilihan makanan sehat Anda dengan dokter atau ahli gizi yang berpengalaman.


Komentar
Posting Komentar