Sariawan Bisa Menandai Penyakit Berbahaya


Munculnya sariawan di mulut bisa membuat siapa saja merasa tidak nyaman. Sariawan bisa dibilang penyakit “sejuta umat”, karena hampir setiap orang pernah mengalaminya, paling tidak sekali dalam seumur hidupnya. Meskipun terbilang umum, terkadang sariawan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.Hal yang mesti digarisbawahi, sariawan ini bisa disebabkan banyak hal. Misalnya, sariawan dapat dipicu oleh cedera pada lapisan dalam mulut, perubahan hormon, infeksi virus, hingga kondisi medis tertentu.

Nah, berikut ini penyakit yang bisa ditandai karena sariawan, di antaranya:

1. Gingivostomatitis
Gingivostomatitis adalah infeksi pada mulut dan gusi yang menyebabkan pembengkakan dan luka. Penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Sebagian besar gingivostomatitis sering terjadi pada anak-anak.Gingivostomatitis bisa disebabkan oleh virus  herpes simplex tipe 1 (HSV-1) atau virus coxsackie. Di samping itu, sariawan di bibir akibat gingivostomatitis rentan terjadi pada orang dengan kebersihan mulut yang buruk
Gingivostomatitis tidak menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa, namun gejala yang mungkin timbul pada anak yang menderita gingivostomatitis, seperti merasa gelisah atau tidak mau makan minum. Karena penyakit ini sangat menular dan bisa berpindah dari satu orang ke orang lain dengan sangat cepat
Gingivostomatitis bisa dicegah dengan menjaga kebersihan mulut, serta sebaiknya menghindari kontak fisik dengan orang yang terkena atau menunjukan gejala gingivostoatitis. Karena seperti halnya dengan infeksi virus atau bakteri lainnya, tindakan mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Baca Juga:

Mix Buah-Buahan yang Berbahaya


2.Lichen planus 
Pernah mendengar penyakit bernama lichen planus (LP)? Kalau belum, tidak mengherankan, karena penyakit ini terbilang langka. Angka kejadiannya sekitar 1 dari 5000 orang. ituBola Online
'Lichen planus' adalah peradangan pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (mukosa) seperti mulut atau vagina. Sementara itu, bila lichen planus menyerang daerah mukosa (mulut atau vagina), penyakit ini bisa menimbulkan bercak putih yang kadang terasa nyeri. Hal yang perlu diingat, lichen planus bukanlah penyakit genetik, tetapi bukan pula penyakit infeksi atau penyakit menular.


3. Penyakit autoimun
Penyebab sariawan lainnya yang mesti diawasi yaitu penyakit autoimun. Penyakit autoimun merupakan penyakit yang terjadi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh. Penyakit ini desebabkan oleh beberpa faktor seperti Genetik atau keturunan,Perubahan hormon dan infeksi. Genetik atau keturunan Pengidap penyakit autoimun seperti penyakit Crohn, lupus, penyakit Behcet, pemphigus vulgaris, atau rheumatoid arthritis juga sering mengalami sariawan di bibir.
Sebagian besar penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, tetapi gejala yang timbul bisa dijaga dan ditekan agar tidak timbul flare.

4. Leukoplakia
Leukoplakia memicu sariawan di bibir. Penyakit menyebabkan bercak putih atau abu-abu pada gusi, lidah, bagian dalam pipi, dan di dasar mulut. Bercak ini muncul ketika mulut bereaksi terhadap iritasi, contohnya karena kebiasaan merokok. Bercak ini bisa berkembang secara perlahan dalam beberapa minggu atau bulan.
Leukoplakia dapat terjadi pada segala rentang usia, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa.Leukoplakia umumnya tidak berbahaya, dan bisa sembuh dalam beberapa minggu atau bulan setelah penyebab iritasi ditangani. Namun bila bercak tidak juga hilang, operasi pengangkatan bercak dengan irisan pisau bedah, sinar laser, atau dibekukan (cyroprobe) bisa menjadi pilihan.

5. Kanker Mulut
Mau tahu salah satu gejala kanker mulut? Ternyata sariawan di bibir yang tidak kunjung sembuh selama beberapa minggu bisa menjadi tanda dari kanker mulut.Kanker mulut adalah perkembangan sel-sel kanker yang menyerang jaringan mulut. Awalnya, kanker ini tentu tidak langsung tumbuh begitu saja, tapi didahului dengan munculnya luka di mulut yang tidak kunjung sembuh. Bercak sariawan kanker mulut ini tampak kemerahan atau keputihan yang disertai rasa nyeri. Pada beberapa kasus, sariawan kanker mulut juga membuat pengidapnya sulit berbicara, menelan, atau menyebabkan mati rasa pada bibir dan mulut.
Kebiasaan merokok dalam bentuk apa pun (baik rokok, cerutu, atau menggunakan pipa) merupakan salah satu faktor risiko utama kanker mulut. Bahkan menurut Oral Cancer Foundation, orang yang merokok memiliki risiko sekitar 30 kali lebih tinggi untuk terkena kanker mulut. ituBola Online


Maka dari itu jika mengalami Sariawan Tak Sembuh-Sembuh? Jangan Anggap Remeh
Sariawan membutuhkan waktu untuk sembuh dengan sendirinya. Kira-kira sekitar 2-4 minggu, bergantung dari luka. Namun, apabila terjadi hal-hal yang memicu iritasi pada peradangan, kamu perlu waspada. Hal ini bisa saja pertanda dari suatu penyakit.sebaiknya tanyakan pada dokter untuk penanganan yang lebih tepat.


Komentar

Postingan Populer