Mitos Tentang Gula yang Masih Dipercayai

Rasa gula yang manis membuat banyak orang menyukainya. Makanan jadi lebih enak karena gula. Selain itu, gula juga bisa menambah energi untuk tubuh. Namun, sebagian orang menghindari gula karena Banyak mitos dan anggapan tentang gula yang dipercaya, padahal belum tentu benar.
Berikut ini adalah mitos tentang gula yang masih banyak dipercaya oleh masyarakat.
1. Menyebabkan diabetes
Perlu diketahui sebenarnya ada dua tipe diabetes. Diabetes tipe satu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Tidak ada hubungannya dengan gula.Sedangkan, diabetes tipe dua disebabkan oleh genetika dan gaya hidup. Beberapa orang mewarisi penyakit diabetes ini dari orangtua atau anggota keluarga lainnya, sehingga menyebabkan dia berisiko lebih tinggi menderita penyakit serupa.
Gula mungkin memiliki kontribusi tentang berat badan berlebihan, tapi jika diimbangi dengan olahraga yang teratur, maka itu bisa mengurangi risiko obesitas.
⠀
2.Membuat anak menjadi hiperaktif
Banyak orang berpikir bahwa kandungan gula yang berlebih pada anak bisa membuatnya menjadi hiperaktif dan banyak tingkah. Gula memang menciptakan energi, tapi tidak membuat anak jadi hiperaktif. Jadi jika anak-anak menjadi banyak tingkah dan berteriak bahagia, berlarian, atau bahkan melompat-lompat itu dikarenakan kebahagiaan yang dirasakannya, karena kebanyakan penelitian meyakinkan tak ada hubungan antara keduanya hingga anjuran mengurangi gula untuk mencegah atau mengobati hiperaktivitas belumlah didukung penelitian.
Baca Juga :
Fakta Menarik Buah Durian
3. Kanker menjadi tumbuh dengan cepatMenurut Mayo Clinic, gula tidak berpengaruh dalam perkembangan kanker. Gula justru digunakan untuk menambah energi pada tubuh akibat penyakit. Penelitian tersebut mengatakan bahwa penggunaan gula dilakukan dalam jumlah besar, bisa membuat sel kanker berkembang tapi tidak dengan mempercepat. ituBola Online
4. Menyebabkan gigi berlubang
Gigi yang berlubang disebabkan oleh asam yang diproduksi bakteri yang memakan gula. Namun, bakteri tersebut juga memakan banyak karbohidrat yang tertinggal di gigi dari makanan lain, seperti biji-bijian dan buah.Gula memang dapat menyumbang kerusakan gigi karena akan difermentasi bakteri, menyebabkan suasana asam yang akan mengikis lapisan gigi. Tetapi gula bukan satu-satunya penyebabkarena sebenarnya yang jadi penyebab utama gigi berlubang adalah plak. Menjaga gigi dengan baik dan sikat gigi sebelum tidur, plak gigi akan berkurang dan bisa mengurangi risiko gigi berlubang.
⠀
5. Gula olahan memiliki dampak buruk
Banyak orang tidak ingin menggunakan gula olahan dan menggantinya dengan gula alami. Gula olahan tidak selamanya buruk, padahal justru baik untuk diet. Gula olahan mengandung kalori yang sangat sedikit, dibanding dengan gula alami. Gula olahan cenderung tidak meningkatkan kadar gula darah, karena tidak termasuk karbohidrat. Berbeda dengan gula alami yang mengandung karbohidrat dan dapat memicu kerja insulin. Baik untuk kamu yang ingin mengurangi berat badan.
6. Menyebabkan kecanduan
Sebuah studi mengatakan bahwa orang yang menyukai gula belum tentu kecanduan. Ada beberapa macam tipe kecanduan yaitu obsesi konstan, kehilangan kontrol, penggunaan meningkat, dan ketidakpuasaan saat tidak terpenuhi. Pada umumnya, tak ada makanan “termasuk gula” yang menyebabkan orang ketagihan. Yang sebenarnya terjadi, keinginan makan yang manis lebih pada pandangan seseorang tentang makanan. Contohnya, banyak orang suka coklat, tetapi tentu tak sama sukanya apabila zat aktif coklat dimasukkan ke dalam sebuah tablet. Kenikmatan saat mengunyah sebatang coklat lah yang membuat kita ingin tambah dan tambah lagi... ituBola Online
7. Gula merah lebih sehat dari gula putih
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, gula merah mengandung sekiar 17 kilo kalori per sendok teh, dibandingkan dengan gula putih yang mengandung 16 kilo kalori per sendok teh.
Gula merah mengandung beberapa mineral tertentu, seperti kalsium, kalium, zat besi, dan magnesium. Namun, kandungan tersebut ada dalam jumlah yang sangat kecil, sehingga tidak ada manfaat kesehatan nyata.










Komentar
Posting Komentar